Selasa, 06 Desember 2016
Selasa, 29 November 2016
Kalau ingin menulis selalu bingung mau memulainya
ahh dari hal-hal yang biasa aku pikirkan saja
tentang jadi anak rantau
ternyata jadi anak rantau itu gak seenak yang aku pikirkan waktu masih di kampung halaman. setelah merantau baru deh aku sadar siapa yang sebenarnya aku rindukan, mama dan papa...
berpikiran untuk pacaranpun bahkan tak menjadi hal yang semenarik dulu waktu masih jadi anak rumahan.. ketika bayangan mama dan papa selalu ada dalam benak, hal yang aku pikirkan adalah sukses, sukses, dan sukses. aku sadar bahwa mereka menaruh harapan besar padaku dengan doa yang tak pernah henti-hentinya di panjatkan kepada Tuhan tentang diriku.. setiap kali rasa malasku mulai menggoda, mereka menjadi kekuatan ku untuk melawan rasa malas ini..
aku sadar,bahwa setelah kehdupanku keluar dari rumah semua tak akan sama lagi.. rumah akan menjadi hal yang aku inginkan dan rindukan walaupun aku tak mungkin menetap selamanya disitu.
menjadi anak rantau mengajarkanku tentang kedewasaan, baik kedewasaan diri dan iman. aku di tantang untuk bagaimana keluar dari zona nyaman untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidupku. aku bukan anak kecil lagi yang harus di bangunin ketika pagi, selalu diingatkan untuk makan, atau di cari saat malam menjemput. aku sudah harus bisa mengontrol diriku sendiri karena mau tidak mau kehidupan selanjutnya pasti akan aku bentuk.
tentang komitmenku..
aku sudah berkomitmen untuk tidak mencari kekasih hati selama aku mengejar gelar S.Kep ku disini. kadang perasaan iri kepada teman-teman yang kelihatannya bahagia ketika bersama kekasih mereka , namun komitmen yang aku hidupi slalu membuat aku kuat. bahkann rasa iri kepada mantan (yang ku pikir dia telah bahagia dengan kekasih barunya) selalu datang ketika aku membuka sosmed dan melihat kemesraan yang mereka umbar . yahh itulah manusiaa.. tapii satu hal yang slalu aku tanamkan dalam diriku ini adalah "Kebahagian orang tuaku adalah yang utama".
tentang persahabatan, tentang perjuangan, dan tentang panggilan.
I will be Nurse and I proud to be one. :)
ahh dari hal-hal yang biasa aku pikirkan saja
tentang jadi anak rantau
ternyata jadi anak rantau itu gak seenak yang aku pikirkan waktu masih di kampung halaman. setelah merantau baru deh aku sadar siapa yang sebenarnya aku rindukan, mama dan papa...
berpikiran untuk pacaranpun bahkan tak menjadi hal yang semenarik dulu waktu masih jadi anak rumahan.. ketika bayangan mama dan papa selalu ada dalam benak, hal yang aku pikirkan adalah sukses, sukses, dan sukses. aku sadar bahwa mereka menaruh harapan besar padaku dengan doa yang tak pernah henti-hentinya di panjatkan kepada Tuhan tentang diriku.. setiap kali rasa malasku mulai menggoda, mereka menjadi kekuatan ku untuk melawan rasa malas ini..
aku sadar,bahwa setelah kehdupanku keluar dari rumah semua tak akan sama lagi.. rumah akan menjadi hal yang aku inginkan dan rindukan walaupun aku tak mungkin menetap selamanya disitu.
menjadi anak rantau mengajarkanku tentang kedewasaan, baik kedewasaan diri dan iman. aku di tantang untuk bagaimana keluar dari zona nyaman untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidupku. aku bukan anak kecil lagi yang harus di bangunin ketika pagi, selalu diingatkan untuk makan, atau di cari saat malam menjemput. aku sudah harus bisa mengontrol diriku sendiri karena mau tidak mau kehidupan selanjutnya pasti akan aku bentuk.
tentang komitmenku..
aku sudah berkomitmen untuk tidak mencari kekasih hati selama aku mengejar gelar S.Kep ku disini. kadang perasaan iri kepada teman-teman yang kelihatannya bahagia ketika bersama kekasih mereka , namun komitmen yang aku hidupi slalu membuat aku kuat. bahkann rasa iri kepada mantan (yang ku pikir dia telah bahagia dengan kekasih barunya) selalu datang ketika aku membuka sosmed dan melihat kemesraan yang mereka umbar . yahh itulah manusiaa.. tapii satu hal yang slalu aku tanamkan dalam diriku ini adalah "Kebahagian orang tuaku adalah yang utama".
tentang persahabatan, tentang perjuangan, dan tentang panggilan.
I will be Nurse and I proud to be one. :)
Kamis, 24 November 2016
Pengalaman pertama Klinikal
Hari ini hari pertama aku klinikal. pengalaman yang tak terlupakan waktu pertama kali turun langsung ke pasien yang sebenarnya, mempraktekan setiap materi yang sudah di pelajari di lab. Satu kata untuk hari ini adalah Amazing.
Aku mendapat jadwal klinik di rumah sakit tepatnya di bangsal Galilea dan Perawat pembimbingku Namanya kak Tyas. :) Aku, Heber, dan Fitria di tgaskan kakak perawat, untuk mengukur TTV pasien di kamar 950-955. awalnya kami takut masuk ke ruangan pasien-pasien karena dalam pikiran kamu itu adalah RS orang kaya dan pastinya mereka akan menolak kami yang masih berstatus mahasiswa ini. Tapi, setelah kami mencobanya ternyata hal itu tidak seperti yang kami bertiga pikirkan, para pasien yang kami ukur TTVnya begitu ramah, yah walaupun ada satu pasien yang menolak kami bertiga, karena kondisinya yang di penuhi selang infus dan keraguaan keluarganya terhadap kami. awalnya kami sempat down dan sempat jeda beberapa waktu sampai CE kami datang dan mengawasi kami untuk Bed Making. Setelah Bed Making kami memutuskan untuk mengukur pasien di ruangan sebelah dan alhasil pasiennya menerima kami dengan ramah. Semuanya berjalan begitu luar biasa, satu per satu pasien kami ukur TTVnya kemudian hasilnya kami berikan ke kakak perawatnya.Selain luar biasa ada juga pengalaman lucunya yaitu aku salah menekan tombol untuk mematikan bel seorang pasien dan akhrinya itu menimbulkan kepanikan, tpi untungnya perawat-perawat itu baik dan tidak marah-marah. Aku sempat takut tapi aku coba untuk berani kembali, yah walaupun tindakan yang aku dan teman-temanku lakukan baru sedikit, tapi ini menjadi langkah awal untuk aku berjuang dalam memenuhi panggilanku ini.
I am a Nurse and I proud to be one :)
Thank you Jesus :)
Aku mendapat jadwal klinik di rumah sakit tepatnya di bangsal Galilea dan Perawat pembimbingku Namanya kak Tyas. :) Aku, Heber, dan Fitria di tgaskan kakak perawat, untuk mengukur TTV pasien di kamar 950-955. awalnya kami takut masuk ke ruangan pasien-pasien karena dalam pikiran kamu itu adalah RS orang kaya dan pastinya mereka akan menolak kami yang masih berstatus mahasiswa ini. Tapi, setelah kami mencobanya ternyata hal itu tidak seperti yang kami bertiga pikirkan, para pasien yang kami ukur TTVnya begitu ramah, yah walaupun ada satu pasien yang menolak kami bertiga, karena kondisinya yang di penuhi selang infus dan keraguaan keluarganya terhadap kami. awalnya kami sempat down dan sempat jeda beberapa waktu sampai CE kami datang dan mengawasi kami untuk Bed Making. Setelah Bed Making kami memutuskan untuk mengukur pasien di ruangan sebelah dan alhasil pasiennya menerima kami dengan ramah. Semuanya berjalan begitu luar biasa, satu per satu pasien kami ukur TTVnya kemudian hasilnya kami berikan ke kakak perawatnya.Selain luar biasa ada juga pengalaman lucunya yaitu aku salah menekan tombol untuk mematikan bel seorang pasien dan akhrinya itu menimbulkan kepanikan, tpi untungnya perawat-perawat itu baik dan tidak marah-marah. Aku sempat takut tapi aku coba untuk berani kembali, yah walaupun tindakan yang aku dan teman-temanku lakukan baru sedikit, tapi ini menjadi langkah awal untuk aku berjuang dalam memenuhi panggilanku ini.
I am a Nurse and I proud to be one :)
Thank you Jesus :)
Jumat, 28 Oktober 2016
Proses Tuhan membuatku semakin mensyukuri hidup
Bingung mau memulai dari mana untuk menulisnya, yang jelas aku sangat bersyukur untuk hal-hal yang telah terjadi dalam hidupku selama ini
Tuhan membentuk diriku dari ketidaktahuanku, kebimbanganku, dan ke zona nyamanku. Tuhan membawa aku keluar dari itu semua dan mulai memproses diriku seperti sebuah tanah liat da tangan tukang priuk begitu juga diriku saat ini di tangan Tuhan.
banyak hal yg dulu ku anggap susah ternyata menjadi hal yang aku syukuri saat ini, pertanyaan "Kenapa dan Mengapa" yang dlu sring ku lontarkan pada diriku dan pada Tuhan ternyata brubah seiring dengan brjalannya proses Tuhan dalam diriku. aku mulai belajra untuk membuat pertanyaan itu menjadi sebuah pernyataan "Nikmati dan Syukuri setiap proses Tuhan"
Aku tahu sekarang bahwa aku berada di tempat ini ataupun tempat yg dulu pernah aku ada semuanya bukan karena suatu kebetulan melainkan karena Tuhan mau membentuk diriku menjadi alat kemuliaan bagi nama-Nya. aku menyadari bahwa tujuan hidupku yang sesungghunya adalah untuk Tuhan . "I am Designed For Dignity"
dan di tempat ini, di fakultas yang baru ini aku betul-betul merasakan perubahan yang begitu luar biasa. tempat ini adalah Zona Ketidaknyamananku. Zona Tuhan memperlengkapi diriku menjadi hamba-Nya dalam profesi yang Tuhan telah siapkan. banyak hal yang akan ak lewati di tempat ini, masih 3 atau 4 tahun lagi dan banyak yang akan aku dapatkan ditempat ini.
masa mudaku
masa Tuhan memanggilku
Mazmur 103:5
Tuhan membentuk diriku dari ketidaktahuanku, kebimbanganku, dan ke zona nyamanku. Tuhan membawa aku keluar dari itu semua dan mulai memproses diriku seperti sebuah tanah liat da tangan tukang priuk begitu juga diriku saat ini di tangan Tuhan.
banyak hal yg dulu ku anggap susah ternyata menjadi hal yang aku syukuri saat ini, pertanyaan "Kenapa dan Mengapa" yang dlu sring ku lontarkan pada diriku dan pada Tuhan ternyata brubah seiring dengan brjalannya proses Tuhan dalam diriku. aku mulai belajra untuk membuat pertanyaan itu menjadi sebuah pernyataan "Nikmati dan Syukuri setiap proses Tuhan"
Aku tahu sekarang bahwa aku berada di tempat ini ataupun tempat yg dulu pernah aku ada semuanya bukan karena suatu kebetulan melainkan karena Tuhan mau membentuk diriku menjadi alat kemuliaan bagi nama-Nya. aku menyadari bahwa tujuan hidupku yang sesungghunya adalah untuk Tuhan . "I am Designed For Dignity"
dan di tempat ini, di fakultas yang baru ini aku betul-betul merasakan perubahan yang begitu luar biasa. tempat ini adalah Zona Ketidaknyamananku. Zona Tuhan memperlengkapi diriku menjadi hamba-Nya dalam profesi yang Tuhan telah siapkan. banyak hal yang akan ak lewati di tempat ini, masih 3 atau 4 tahun lagi dan banyak yang akan aku dapatkan ditempat ini.
masa mudaku
masa Tuhan memanggilku
Mazmur 103:5
Selasa, 27 September 2016
Partner in Alay
apa kabar dua pria ganteng nan alay ini yah?
kalau irwan sih pastii baik-baik sajaa dengan segalaa tingkah lakunya yang alay luculucu berhadiah dan buat rindu. yah dengan dia aku masih sering berhubungan lewat line, bbm, kadang-kadang juga vc. rindu sekali jalan-jalan lagi dengan diaa :'( ahhh... dia sahabat yang tau segala kekurangan saya..bahkan ketika saya lagi jatuh cinta sama siapapun dia tahu. hahaha... feelingnya kuat
nah kalau yang cungkring baju hitam ini entahlah dia sudah dimana sekarang, yang saya tahu dia pasti masih berada di seputar pulau Timor. hahah.
aduh rindu sekali pria alay ini... yang buat sayaa fallin l*** lagi, tapi saya sadar diri kok. lebih nyamannya gini ajah, jadi sahabat yang slalu mendoakan, rindu sekali diaa.... :) semoga kamu baik-baik saja yah :)
rindu sekali jalan-jalan dengan mereka berdua lagi.. ke pantaii, ke bukit, ke tempat-tempat dimana saya bisa merasakan alam yang begitu menyenangkan.. ahhh... hanya bisa menikmati saat-saat itu lagi dalam ruang rindu. semoga suatu saat nantgi kita bertiga di pertemukan lagii dengan keadaan yang berbeda dengan cerita yang tak sabar untuk saya dengar tentang bagaimana kalian berjuang melewati proses kehidupan kalian, dan saya pun juga tidak sabar ingin menceritrakan cerita saya kepada kalian. saat ini kita sama-sama berproses dulu yah bersama Tuhan :)
kalau irwan sih pastii baik-baik sajaa dengan segalaa tingkah lakunya yang alay luculucu berhadiah dan buat rindu. yah dengan dia aku masih sering berhubungan lewat line, bbm, kadang-kadang juga vc. rindu sekali jalan-jalan lagi dengan diaa :'( ahhh... dia sahabat yang tau segala kekurangan saya..bahkan ketika saya lagi jatuh cinta sama siapapun dia tahu. hahaha... feelingnya kuat
nah kalau yang cungkring baju hitam ini entahlah dia sudah dimana sekarang, yang saya tahu dia pasti masih berada di seputar pulau Timor. hahah.
aduh rindu sekali pria alay ini... yang buat sayaa fallin l*** lagi, tapi saya sadar diri kok. lebih nyamannya gini ajah, jadi sahabat yang slalu mendoakan, rindu sekali diaa.... :) semoga kamu baik-baik saja yah :)
rindu sekali jalan-jalan dengan mereka berdua lagi.. ke pantaii, ke bukit, ke tempat-tempat dimana saya bisa merasakan alam yang begitu menyenangkan.. ahhh... hanya bisa menikmati saat-saat itu lagi dalam ruang rindu. semoga suatu saat nantgi kita bertiga di pertemukan lagii dengan keadaan yang berbeda dengan cerita yang tak sabar untuk saya dengar tentang bagaimana kalian berjuang melewati proses kehidupan kalian, dan saya pun juga tidak sabar ingin menceritrakan cerita saya kepada kalian. saat ini kita sama-sama berproses dulu yah bersama Tuhan :)
Senin, 26 September 2016
week 6 in FON UPH
yeeah.. tidak terasas sudah week 6 saya berkuliah di tempat ini, walaupun sudah week 6 tapi jujur saya masih belum paham beberapa materi keperawatan.
tapi satu hal yang saya sukai adalah banyak hal-hal yang tidak saya ketahui tentang keperawatan selama ini sudah saya pelajari.
dan ternyata menjadi perawat itu adlah hal yang luar biasaa.
Tugas dan tuntutan pun tak terpisahkan.
perawat berbicara tentang panggilan, berbicara tentang jiwa, berbicara tentang nyawa . dan perawat itu Mengagumkan.
saya bangga bisa ditempa disini untuk menjadi seorang perawat. :)
Proud to be a Nurse
tapi satu hal yang saya sukai adalah banyak hal-hal yang tidak saya ketahui tentang keperawatan selama ini sudah saya pelajari.
dan ternyata menjadi perawat itu adlah hal yang luar biasaa.
Tugas dan tuntutan pun tak terpisahkan.
perawat berbicara tentang panggilan, berbicara tentang jiwa, berbicara tentang nyawa . dan perawat itu Mengagumkan.
saya bangga bisa ditempa disini untuk menjadi seorang perawat. :)
Proud to be a Nurse
Selasa, 20 September 2016
Dreaming
its 3.25 am
dan masih stay di depan buku dan laptop untuk belajar materi yang akan dibahas dosen nnti.
dan keseriusan dimulai pada minggu ke 5 di semester 1 .
yah, Menggapai mimpi tidak semudah yang kamu impikan, ternyata ada hal yang harus dibayar, menghadapi musuh terbesarmu yaitu dirimu sendiri, dan berusaha untuk terus berjalan dan percaya dengan jalan Tuhan yang sudah ditentukan.
aku terinspirasi dari kisah seorang tokoh alkitab bernama Yususf (kejadian 37) yang di pakai Tuhan dan dibentuk Tuhan secara luar biasa melalui proses yang tidak mudah, tetapi dia tetap berusaha taat dan mencintai proses itu sebab dia tahu bahwa manusia mereka-rekakan yang jahat tetapi Tuhan memakai dia untuk menjadi alat untuk menyelamatkan sebuah bangsa yang besar pada zamannya. Berawal dari mimpi, dia tetap terus percaya dengan mimpinya, terus sabar dengan sestiap proses yang dijalaninya, membunuh setiap keinginan yang bertentangan dengan maunya Tuhan, menjaga kekudusannya, sehingga dia mendapatkan sebuah hasil yang luar biasa,
bermimpilah dan bayarlah harga mimpimu itu dengan percaya dan menjalani prosesnya dengan sabar kelak kau akan menyasikan mimpi itu menjadi nyata di depanmu,
karena setiap hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.
:)
dan masih stay di depan buku dan laptop untuk belajar materi yang akan dibahas dosen nnti.
dan keseriusan dimulai pada minggu ke 5 di semester 1 .
yah, Menggapai mimpi tidak semudah yang kamu impikan, ternyata ada hal yang harus dibayar, menghadapi musuh terbesarmu yaitu dirimu sendiri, dan berusaha untuk terus berjalan dan percaya dengan jalan Tuhan yang sudah ditentukan.
aku terinspirasi dari kisah seorang tokoh alkitab bernama Yususf (kejadian 37) yang di pakai Tuhan dan dibentuk Tuhan secara luar biasa melalui proses yang tidak mudah, tetapi dia tetap berusaha taat dan mencintai proses itu sebab dia tahu bahwa manusia mereka-rekakan yang jahat tetapi Tuhan memakai dia untuk menjadi alat untuk menyelamatkan sebuah bangsa yang besar pada zamannya. Berawal dari mimpi, dia tetap terus percaya dengan mimpinya, terus sabar dengan sestiap proses yang dijalaninya, membunuh setiap keinginan yang bertentangan dengan maunya Tuhan, menjaga kekudusannya, sehingga dia mendapatkan sebuah hasil yang luar biasa,
bermimpilah dan bayarlah harga mimpimu itu dengan percaya dan menjalani prosesnya dengan sabar kelak kau akan menyasikan mimpi itu menjadi nyata di depanmu,
karena setiap hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.
:)
Langganan:
Postingan (Atom)



