Selasa, 29 November 2016

Kalau ingin menulis selalu bingung mau memulainya
ahh dari hal-hal yang biasa aku pikirkan saja

tentang jadi anak rantau
ternyata jadi anak rantau itu gak seenak yang aku pikirkan waktu masih di kampung halaman. setelah merantau baru deh aku sadar siapa yang sebenarnya aku rindukan, mama dan papa...
berpikiran untuk pacaranpun bahkan tak menjadi hal yang semenarik dulu waktu masih jadi anak rumahan.. ketika bayangan mama dan papa selalu ada dalam benak, hal yang aku pikirkan adalah sukses, sukses, dan sukses. aku sadar bahwa mereka menaruh harapan besar padaku dengan doa yang tak pernah henti-hentinya di panjatkan kepada Tuhan tentang diriku.. setiap kali rasa malasku mulai menggoda, mereka menjadi kekuatan ku untuk melawan rasa malas ini..
aku sadar,bahwa setelah kehdupanku keluar dari rumah semua tak akan sama lagi.. rumah akan menjadi hal yang aku inginkan dan rindukan walaupun aku tak mungkin menetap selamanya disitu.
menjadi anak rantau mengajarkanku tentang kedewasaan, baik kedewasaan diri dan iman. aku di tantang untuk bagaimana keluar dari zona nyaman untuk membuat suatu perubahan besar dalam hidupku. aku bukan anak kecil lagi yang harus di bangunin ketika pagi, selalu diingatkan untuk makan, atau di cari saat malam menjemput. aku sudah harus bisa mengontrol diriku sendiri karena mau tidak mau kehidupan selanjutnya pasti akan aku bentuk.
tentang komitmenku..
aku sudah berkomitmen untuk tidak mencari kekasih hati selama aku mengejar gelar S.Kep ku disini. kadang perasaan iri kepada teman-teman yang kelihatannya bahagia ketika bersama kekasih mereka , namun komitmen yang aku hidupi slalu membuat aku kuat. bahkann rasa iri kepada mantan (yang ku pikir dia telah bahagia dengan kekasih barunya) selalu datang ketika aku membuka sosmed dan melihat kemesraan yang mereka umbar . yahh itulah manusiaa.. tapii satu hal yang slalu aku tanamkan dalam diriku ini adalah "Kebahagian orang tuaku adalah yang utama".
tentang persahabatan, tentang perjuangan, dan tentang panggilan.
I will be Nurse and I proud to be one. :)

Kamis, 24 November 2016

Pengalaman pertama Klinikal

Hari ini hari pertama aku klinikal. pengalaman yang tak terlupakan waktu pertama kali turun langsung ke pasien yang sebenarnya, mempraktekan setiap materi yang sudah di pelajari di lab. Satu kata untuk hari ini adalah Amazing.
Aku mendapat jadwal klinik di rumah sakit tepatnya di bangsal Galilea dan Perawat pembimbingku Namanya kak Tyas. :) Aku, Heber, dan Fitria di tgaskan kakak perawat, untuk mengukur TTV pasien di kamar 950-955. awalnya kami takut masuk ke ruangan pasien-pasien karena dalam pikiran kamu itu adalah RS orang kaya dan pastinya mereka akan menolak kami yang masih berstatus mahasiswa ini. Tapi, setelah kami mencobanya ternyata hal itu tidak seperti yang kami bertiga pikirkan, para pasien yang kami ukur TTVnya begitu ramah, yah walaupun ada satu pasien yang menolak kami bertiga, karena kondisinya yang di penuhi selang infus dan keraguaan keluarganya terhadap kami. awalnya kami sempat down dan sempat jeda beberapa waktu sampai CE kami datang dan mengawasi kami untuk Bed Making. Setelah Bed Making kami memutuskan untuk mengukur pasien di ruangan sebelah dan alhasil pasiennya menerima kami dengan ramah. Semuanya berjalan begitu luar biasa, satu per satu pasien kami ukur TTVnya kemudian hasilnya kami berikan ke kakak perawatnya.Selain luar biasa ada juga pengalaman lucunya yaitu aku salah menekan tombol untuk mematikan bel seorang pasien dan akhrinya itu menimbulkan kepanikan, tpi untungnya perawat-perawat itu baik dan tidak marah-marah. Aku sempat takut tapi aku coba untuk berani kembali, yah walaupun tindakan yang aku dan teman-temanku lakukan baru sedikit, tapi ini menjadi langkah awal untuk aku berjuang dalam memenuhi panggilanku ini.
I am a Nurse and I proud to be one :)
Thank you Jesus :)