Hello bloggers. aku kembali nulis lagi nih, rindu banget nulis di blogku yang sepi ini kayak hatiku tapi entah kenapa selalu aku ingat. sebenarnya pengen banget nulis blog setiap hari berbagi kisah setiap hari disini, meluangkan segalanya lewat kata yang tak sempat di ucapan oleh bibir, tapi karena malas dan suka menunda-nunda menjadi suatu kebiasaan jelekku yang sedang kugumuli untuk bisa meminimalisirnyaa yah begitulah tak banyak hal yang belum sempat ku bagi.
yeyy, tapi malam ini aku dipenuhi oleh rasa rajin yang datang secara tiba-tiba sehingga aku bisa menulis lagi di blog. hihihihi
sebenarnya kalo bukan karena eguran Tuhan lewat peristiwa tadi sore aku pasti nggak akan pernah sadar kaloo rajin itu penting dan menganggap remeh sesuatu itu salah terlebih lagi menganggap remeh Tuhan yang notabenenya adalah sang pemilik kehidupan, syukurnya Dia hanya menegurku dan bukan mengambil nyawaku. :D hehehe Thankyou Jesus
yang ingin aku tulis di blog kali ini adalah pengalamanku ketika di tegur Tuhan lewat kelupaanku untuk mengikuti kuliah wdk, selamat membaca.
Rabu, 25 Januari 2017
Aku bangun dan seperti biasa setelah bangun aku berdoa memohon Tuhan untuk menuntunku sepanjang hari ini, kemudian aku bersiap-siap mengikuti kuliah hari ini yaitu kuliah Anfis dan FSN. Pada waktu aku mengikuti kuliah Anfis aku begitu takjub dengan salah satu organ tubuh yang aku pelajari yaitu "Jantung". aku berusaha menyimak dengan penuh perhatian materi yang dijarkan oleh dosenku dan aku betul-betul terkagum dengan Tuhan karena begitu luar biasanya Dia menciptkan organ-organ penting dalam tubuh manusia dengan cara kerja yang begitu sistematis dan luar biasa, yah karena begitu kagumnya aku dengan organ tubuh yg satu ini, aku bertekad untuk mempelajarinya setelah selesai kelas dan devosi, saat itu juga aku benar-benar lupa kalau ada satu mata kuliah yang begitu penting yaitu WDK (Wawasan Dunia Kristen).
Setelah kelas Anfis dan FSN berakhir aku melanjutkannya dengan makan siang dan kemudian tidur siang slma 30 menit. Jam 1-2 aku mengikuti devosi yang diadakan fakultas, Setelah selesai mengikuti devosi, aku langsung mengambil tasku dan meuju perpustakaan untuk belajar dan mengerjakan kuis, aku benar-benar lupa kalau itu adalah hari rabu dan pda pukul 3.30 nantik akan ada kelas WDK lagi. Oh ya, sebelum aku pergi ke perpustakaan aku sempat kembali ke kamar untuk mengambil tas dan laptop ku, biasanya aku juga tidak pernah lupa membawa ALKITAB ke perpus untuk mengawali aku belajar dengan bersaat teduh dan membaca FirTu, tetapi hari itu aku berpikir bahwa aku seperti orang yg terlalu suci karena tadi aku sudah mengikuti devosi kemudian aku harus membaca FirTu lagi, aku juga membawa buku yang cukup tebal dan laptop jadi aku juga berpikir bahwa barang bawaanku terlalu berat jadi aku biarkan saja untuk tidak membawa Alkitab.
Kemudian aku sampai di perpus dan seperti biasa, sebelum aku belajar aku memulainya dengan doa. Memamng ada sesuatu yang mengganjal sih karena aku yang biasanya masih bersaat teduh sebelum belajar di perpus, tapi karena rasa malas akhirnya langsung belajar saking Ambisinya untuk bisaa menguasai "Jantung" yang notabenenya adalah ciptaan tangan TUHAN. menit demi menit berlalu tanpa aku ingat bahwa hari itu ada mata kuliah WDK, akhirnya karena keasyikan mempelajari tentang Jantung, pada pukul 4.25 aku tersadar bahwa hari itu adalah hari rabu dan kelas wdk sudah dimulai setengah jam yang lalu, aku kalang kabut dan segera menuju kelas wdk tetapi aku melihat bahwa aku sudah terlambat 30 menit jadi aku berpikir bahwa lebih baik aku tidak usah masuk saja. Aku kembali ke dorm dengan perasaan yang campur aduk dan tak karuan karena baru pertama kali aku lupa kalau ada wdk, aku mencoba menenangkan diri dengan kebiasaanku yaitu pergi ke kamar mandi untuk berdoa dan memohon ampun, kemudian kembali lagi ke kamar dan menutup mukaku dengan bantal dan memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi padaku, aku betul-betul di landa ketakutan yang begitu hebat, kemudia aku mencoba untuk memejamkan mata dan tidur, aku memutuskan utnuk tidak makan malam saking sedihnya diriku pada hari itu. Aku terbangun dari tidurku kira-kira pukul 22.03 ketika seorang saudara mentee membangunkanku karena mentor baruku sedang berkunjung ke kamarku. setelah aku sadar, seorang teman kamarku yang sekelas wdk denganku tadi bertanya kenapa aku tidak mengikuti kelas tadi sore dan aku mengatakan bahwa aku lupa akan kelas tadi sore sehingga aku tidak mengikutinya, Dia juga mengatakan kalau dosen menanyakan Dorm parents, spv, dan lain-lainya, Hal itu membuat aku semakin takut tetapi berusaha menutupinya dengan ekspresi biasa dan agak sedikit ketawa padahal dalam hatiku ada ketakutan. Kemudian aku membaringkan diri dan aku mencoba berpikir sejenak apa yang salah dengan saya hari ini sehingga saya begitu teledor dan melupakan mata kuliah yang cukup penting itu. Kemudian aku membuka hpku dan melihat ada panggilan tak terjawab dari mama, aku langsung menelpon mama dan aku berharap mama mengangkat telponku. Kemudian mama mengangkat telponku dan seperti biasa aku menanyakan hal yang biasa ku tanya, dan mamaku juga menjawab seperti biasa, mamaku menyuruhku untuk menyerahkan surat aktiv kuliah dan mengrimya secepatnya. setelah pembahasan itu, aku mulai menceritrakan ke mama tentang kejadian yang menimpaku tadi sore yang membuat aku begitu down dan ketakutan, mamaku memberiku semangat dan menyuruhku untuk meminta maaf dan menjelaskan kepada pak dosen tentang apa yang sebenarnya terjadi, Kata-kata dari mama bgtu menguatkanku, mama seperti malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk menenangkan kekacauan dalam hatiku, aku kembali termotivasi untuk memikirkan intervensi apa yang harus aku lakukan agar aku tidak dihantui rasa bersalah. setelah selesai menelpon mama, aku segera ke kamar mandi dan segera mencuci muka serta mengganti baju. kemudian aku kembali ke kamar dan melanjutkan untuk bersaat teduh.
inilah saat dimana aku mengintropeksi diriku selama sehari ini dan aku mendapati jawaban yang begitu sederhana bahwa segala yang terjadi adalah keanggap remehanku terhadap penciptaku yaitu Tuhan, aku terlalu berambisi sehinggan ambisiku menutupi segalanya, memang secara fisik aku masih berdoa hanya saja mungkin doaku terlalu main-main dan motivasi diriku yang keliru, Akhirnya aku membuat resolusi untuk hari selanjutnya yaitu tidak akan mengabaikan Tuhan dan menganggap remeh doa, akan meminta maaf kepada dosen saya, dan berusaha untuk menjalani hari dengan penuh hati-hati dan setia denga proses Tuhan dalam hidup saya.
Aku percaya bahwa segala hal yang terjadi dalam dunia ini tidak ada yang kebetulan, semua di rancangkan Tuhan dengan begitu sempurna, bahkan hal-hal buruk sekalipun di rancangnya untuk membuat kita kembali mengintropeksi diri tentang mengapa dan ada apa dengan diri kita sehingga semuanya terjadi ? tergantung bagaimana cara kita menganggapi hal-hal tersebut, dengan mendekatkan diri dan terus berusaha mencari wajah-Nya dan hadirat-Nya kita akan selalu diberi kekuatan dan hikmat untuk mengimani dan tetap kuat serta setia menjalani segala sesuatu yang terjadi.
Nikmati proses Tuhan dan lihatlah bagaimana Tuhan membentuk kita dengan begitu sempurna.
Seperti Ayub yang setia dan terus berserah kepada Tuhan :)
Semoga terberkati :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar